Friday, September 09, 2005

Senyum

Oleh : Suhartono bin Adi Suarno.

Rasulullah SAW bersabda: "senyummu di wajah saudaramu adalah sedekah".

Pernahkah kita menghitung berapa kali kita tersenyum dalam sehari ?. Sepertinya sebagian besar dari kita tidak akan bisa menjawabnya.

Kita setuju setiap orang mempunyai bibir, namun tidak semua orang pandai menggunakannya untuk tersenyum. Pada dasarnya senyum merupakan salah satu tabiat manusia yang mempunyai maksud yang tersirat dengan tujuan tertentu. Jika seseorang tersenyum, sudah pasti dia sedang merasakan sesuatu yang menggembirakan.

Senyum juga salah satu sifat dan akhlak yang terpuji. Meskipun kadang senyum juga dirakit menjadi senjata untuk memikat hati sang gadis pujaan. Banyak sekali orang-orang yang jatuh cinta hanya karena tertarik pada sebuah senyuman (berhati-hatilahlah !). Tapi ada juga yang tersenyum karena ingin menunjukkan reaksi sinisnya terhadap sesuatu yang mungkin kurang ia sukai.

Secara medis, senyum hanya mengandalkan 17 otot wajah, sementara cemberut membutuhkan tarikan 32 otot. Mungkin inilah salah satu penyebab mengapa wajah terkadang terlihat cepat tua bagi orang yang jarang tersenyum. Padahal tersenyum itu mudah, cukup dengan menarik sudut-sudut bibir kita ke kiri dan ke kanan saja.

Biasanya senyum bisa membuat keadaan kita lebih baik dari sebelumnya. Saat kita marah dan kemudian melihat orang senyum, kemarahan kita bisa berkurang. Waktu kita sedih, kalau lihat orang senyum, kita bisa mendapat tenaga untuk melawan kesedihan itu. Waktu kita stress, senyum orang lain ke kita adalah sebuah pencerahan kecil bagi kita. Tentu masih banyak lagi manfaat tersenyum.

Secara umum senyum itu terbagi dua. Ada senyum ikhlas dan tulus yang akan membuat kita selalu bahagia, sebuah senyum yang lahir dari hati yang paling dalam, dari kerinduan ingin membahagiakan orang lain dan dari kerinduan ingin menghormati dan memuliakan orang lain. Ini biasanya muncul di saat kita sedang gembira, sukses bisnis atau belajar dan saat kita sedang memberi simpati kepada orang lain.

Ada juga senyum terpaksa. Biasanya ia keluar pada saat kepala sedang "error", misalnya saat dibebani pekerjaan tidak menyenangkan oleh atasan, saat tidak mengerti pembicaraan orang, saat menanggapi teman yang sedang melawak tapi tidak lucu atau saat menaikan kenaikan gaji kepada boss perusahaan.

Sebenarnya, ada juga keuntungan yang dapat kita ambil lewat program senyum ini. Pertama, senyum dapat meningkatkan penampilan fisik agar kita tampil lebih manis, lebih menawan dan lebih menyejukkan.

Kedua, orang yang murah senyum akan jauh dari stress, karena ia terhindar dari penyakit ketegangan. Jantungnya akan berdetak normal. Peredaran darahnya akan mengalir dengan baik. Karena senyum sendiri mendorong hati kita menjadi ceria dan membuat kita awet muda.

Ketiga, para ahli senyum akan merasakan pergaulan yang menyenangkan. Kita juga terbawa segar melihat mereka. Keakrabannya sangat terlihat. Suasana pergaulan di antara mereka selalu hangat bahkan mampu menambah semangatnya dibandingkan dengan orang yang dalam pergaulannya selalu berwajah muram durja.

Lebih dari itu, senyuman ternyata dapat meluluhkan emosi orang yang marah. Bila ada orang yang marah mendatangi kita, hadapilah dengan senyuman yang tulus. Yang pasti, senyum semacam ini akan mampu meredam emosi orang yang sedang marah.

Disamping itu, senyum adalah olahraga bibir. Ia, disadari atau tidak, dapat memberikan sesuatu yang berarti kepada orang lain.

Senyumlah !. Maka dunia akan tampak lebih indah. Bila kita tak mampu bersedekah dengan harta, bersedekahlah dengan senyuman. Senyum itu tidak berbiaya tapi bisa sangat berarti.

Untuk ini, mari kita melatih diri untuk tersenyum dengan tulus dan ikhlas, baik saat menjawab telepon, saat berbicara dengan orang tua, teman-teman kerja, anak-anak kecil dan ketika kita menerima tamu. Insya Allah, itu akan membuat suasana terasa lebih indah.

Karena itu, hadapilah perjalanan hidup kita dengan sunahRasulullah SAW: senyuman yang tulus. Wallahu a’lam.
Nomor 03/Edisi II/Th.I

No comments: