Friday, January 06, 2006

SURPRISE

Oleh : Asep Sutisna.


إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ، فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ، إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ. سورة الكوثر 1-3.

“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu sebuah sungai di syurga, maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah, sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus ( dari rahmat Allah) ”. Q.S Al Kautsar 1-3.

Suatu hari ketika Bill Clinton masih menjabat Presiden Amerika dia ingin memberikan Surprise ke Raja Hassan II maka di undangnyalah untuk berkunjung ke Amerika, sesampainya di Amerika diajaknya Raja Hassan II berkeliling naik Helikopter diatas wilayah Arizona, yang kebetulan waktu itu sedang ada latihan perang, tampaklah dari atas gumpalan-gumpalan asap mengepul serta letupan-letupan kecil granat, “saya rasa anda senang melihat pemandangan kita hari ini ” bisik Bill Clinton, Raja Hassan pun tersenyum “luar biasa.. anda ternnyata senang juga latihan perang ” katanya senang, dan pertemuan itu pun berakhir.

Dua tahun kemudian Raja Hassan ingin juga memberikan surprise ke Bill Clinton maka diundangnya ke Maroko sehari menjelang Iedul Adha, selama satu malam di istana Bill Clinton masih bertanya-tanya kecil “mana surprisenya ya.. ? ” . sampai esoknya barulah setelah Shalat ied Raja Hassan menghampirinya, “ mari kita jalan-jalan melihat maroko dari atas ” ajaknya, dan keduanya terbang keatas dengan Helikopter yang kebetulan baru di belinya dari Amerika juga, sesampainya diatas, belum lagi Raja Hassan memberikan penjelasan, Bill Clinton sudah terkagum-kagum sendiri “oh my God… asapnya tebal sekali, saya belum bisa melihat apa-apa, mungkin kita ketinggian, tolong sedikit turun kebawah” pintanya ke Raja Hassan, dan diturunkannya sedikit demi sedikit helikopter itu ke bawah, semakin bawah tampak jelaslah terlihat rumah-rumah penduduk kota Rabat, Bill Clinton semakin kagum “luar biasa…ternyata kepulan asap itu mengepul dari semua rumah, saya sangat senang…, ternyata penduduk maroko serius juga latihan perangnya, banyak tulang berserakan, darah berceceran diatap, jalan-jalan sepi, dan semua orang bersiaga didepan rumah dengan memegang senjata tajam ”, ungkap Bill sambil menepuk punggung sang Raja, “bravo..” katanya lagi. Dan Raja Hassan pun turut tersnyum simpul. Yang akhirnya keinginannya untuk menjelaskan kalau warganya sedang memperingati Hari Raya Iedul Adha pun tidak jadi melihat kegembiraan si Presiden.

Terlepas dari kebenaran kisahnya, itulah salah satu gurawan yang ada di hari raya Iedul Adha diantara masyarakat Maroko, sungguh cukup indah suasananya, mendengarkan cerita sambil menikmati Tajine babat dan Kotlet bakar, menyajikan menu Iedul adha yang sangat khas marokonya. Walaupun kisah tersebut beraroma humor tapi ketika pertama kali saya dengar dan saya hanya tersenyum sang pendongeng pun berusaha meyakinkan saya mungkin ada beberapa poin yang bisa kita petik hikmahnya.

Pertama, menjadikan Iedul Adha moment yang tepat untuk memberikan surprise. Sebenarnya, kalau kita mau jujur beberapa iedul adha yang telah kita lewati suasannanya tidak pernah berubah, kita belum pernah menerima surprise dari orang lain bahkan kita sendiri belum juga memberikannya kepada orang lain, dan terkesan perayaan tahun baru lebih meriah dengan banyak dorprisenya dibanding gereget Iedul Adha.

Penyembelihan hewan kurban belum bisa disebut surprise bagi sosial maroko karena setiap rumah biasa menyembelih, di Indonesia pembagian daging kurban belum bisa disebut surprise, 2,5 ons belum bisa membahagiakan duafa, ironis memang kalau disandingkan dengan nama idul khabir atau Raya yang paling besarnya umat Islam, padahal dalam sejarah yang dikisahkan Al Qur’an, Allah pun memberikan surprise kepada Nabi Ibrahim a.s dengan diperintahkan untuk menyembelih anaknya dan langsung turun dorprisenya yaitu seekor domba waktu itu.

Kedua, mencoba melihat moment Ied Adha dari sudut pandang yang lain, kalau boleh dikatakan suatu keberhsilan cerita raja Hassan tersebut terletak pada keberhasilannya mengambil sudut pandang yang beda terhadap suatu moment dan itu surprise buat Bill Clinton. Seorang suami sepulangnya dari shalat ied menjulurkan tangan memohon maaf itu mungkin biasa, tapi kalau setibanya dirumah dengan memegang seikat bunga dan penuh romantis berkata “ honey… kuantarkan maafku untukmu, dan kalau pun ada yang lebih dari maaf tentu telah aku berikan padamu ”, itu baru surprise, apalagi kalau ada kado liontinnya. Seorang muslim yang sebelum Ied adha susah bergabung di mesjid setelah ied menjadi rajin ke mesjid itu surprise, dan siapapun yang ada di mesjid menjadi senang. Seorang pembaca sebelum Ied hanya mengantongi bulletin tapi setelah Ied rajin membacanya dan datang kesekertariat dengan membawa satu unit computer itu juga surprise…

Ketiga, memberikan surprise sesuai kemampuan saja, tidak perlu dipaksakan dan tidak terlalu berlebihan. Secara budaya bolehlah dikatakan penyembelihan kurban di maroko setiap tahunnya hampir ada disetiap rumah, bagi yang mampu mungkin itu biasa saja, tapi bagi yang berkategori kurang mampu itu baru surprise dan cerita mendapatkannya penuh dengan surprise pula, ada yang mendapatkan domba dari undian minyak goreng Leousra dan ada yang mendapatkannya dari kupon berhadiah dalam kotak deterjen Tide dan ada juga yang mendapatkannya dengan penuh peluh siang dan malam. hampir ada disetiap rumah, bagi yang mampu mungkin itu biasa saja, tapi bagi yang berkategori kurang mampu itu baru surprise dan cerita mendapatkannya penuh dengan surprise pula, ada yang mendapatkan domba dari undian minyak goreng Leousra dan ada yang mendapatkannya dari kupon berhadiah dalam kotak deterjen Tide dan ada juga yang mendapatkannya dengan penuh peluh siang dan malam.

Ada kisah seorang penjaga gerbang sekolah setiap mendekati iedul adha berubah propesi menjadi pedagang barang second hand dan dia jujur kalau barangnya itu bekas dia yang pakai, sungguh menjadi berita surprise ditelinga kalau menjual seisi rumah hanya untuk membeli hewan kurban. ada yang lebih surprise lagi, dua tahun yang lalu teman sekampus barangnya itu bekas dia yang pakai, sungguh menjadi berita surprise ditelinga kalau menjual seisi rumah hanya untuk membeli hewan kurban. ada yang lebih surprise lagi, dua tahun yang lalu teman sekampus saya meninggal 5 hari menjelang iedul adha ada yang merampok dijalan sepulang dari kampus dan konon kabarnya sang perampok tertangkap saat tawar-menawar hendak membeli hewan kurban. Luar biasa, ternyata dibalik penumpahan darah teman tadi ada niat untuk menumpahkan darah hewan kurban.

Sahdan, tiada gading yang tak retak, karena seorang hero pun manusia pasti pernah bersalah, dan jalan untuk mencapai kebaikan masih penuh dengan jurang cobaan, seorang muslim ingin mempersembahkan hewan kurban rela berbuat nista, atau lebih akrab lagi seorang ayah yang dengan niat baik ingin membahagiakan keluarga dan mengsurprise anak-istri rela menilap uang di tempat kerja, atau dengan kata lain seorang pelajar hanya karena ingin lulus dengan nilai yang besar rela menyontek, dan lain sebagainya yang bukan sebuah penomena yang asing lagi bagi kita, dan kebanyakan orang sudah bisa memaklumi, tapi tidak untuk yang diatas, wallahu’alam karena Dialah yang Maha pemberi surprise, dan dialah yang Maha Tahu apa yang telah kita niatkan.

Terakhir, lewat moment Iedul adha marilah kita mengsurprise diri kita masing-masing dengan bertaubat dan melangkah kejalan yang lebih baik juga mengsurprise Tuhan dengan meningkatkan ketaatan kita yang lebih baik dan berkurban dengan nama Tuhan dari jalan yang baik, insyaAllah kita akan tergolong umat Rasulullah yang mendapatkan surprise di sorga nanti seperti yang telah diberikannya dalam Surat Al Kautsar. Amien. Wawllahualam bishawab.
Nomor 20/Edisi VI/Th. I

No comments: